24th of June, 2006
I`ve been waiting for BTN letter, luckily (maybe not so..rather..), it`s postponed to July. We, Mara student were told on the day of our Awards Day rehearsal. What else for us? A long, nice `rotting` time!
Being at home, make me thinking a lot more about life.
Many incidences happen. To be frank, emotionally, I’m not really in a stable mode. I’ve been thinking of my result. What would be my achievement? Will I fly to Ireland this year? All those questions have been marked since I was in college. And, it’s being marked until now. Just no real answer scheme is present for the period remaining.
Adakah tiap-tiap manusia memperoleh apa-apa yang dicita-citanya (diangan-angannya)?. Maka kepunyaan Allah akhirat dan dunia. Berapa banyaknya malaikat di langit, tiada bermanfaat syafa’at (pertolongan) mereka sedikitpun, kecuali sesudah diizinkan Allah bagi sesiapa yang dikehendaki-Nya dan disukai-Nya.
(An-Najm:24-26)
Dan bahwa tiadalah untuk manusia , melainkan apa-apa yang diusahakannya. Dan bahwa usaha itu akan diperlihatkan kepadanya. Kemudian akan dibalas dengan pembalasan yang sempurna. (An-Najm:39-41)
Kenangan Yang Tinggal
Boleh dikatakan lebih kurang dua minggu bercuti, after finishing my real A Level exam. Lega. Risau. Gembira. Rindu. Semua wujud dalam diri. Bersimpang-siur, fly over, tak fly over semua ada dalam kepala. Benar, cuti panjang tak bermakna boleh selalu buang masa. Kadang-kadang sampai dah tak tau camne nak buang mase yang ade. That’s how my life goes until now. Dulu, time exam, busy duk study. Lacking time to think about feeling. Neway, alhamdulillah, coz time exam xde fikir sgt pasal pemergian bap. But now, being at home, rase lonely, really…eventhough cuti panjang yang lepas pun bap takde kat umah gak coz bap stay in hospital.
Every single step I make, mesti teringat kat bap. It flash whenever I walk to the stairs, I can see bap was standing by the window, looking outside. That time, I joined him. Usha pokok2 mempelam kat luar, buah2 die tgh meranum. Usha anak ular lidi kat pohon kacang yang menjalar kat pagar zink. Then pkul 12 lebih, duk kat meja makan, ready to had our lunch, nasi, lauk, air siap hidang atas meja. Air teh o siap. Mlm plak, after maghrib, `e masak bubur nasi, ada ikan selayang? Buat sambal ikan skali.` Kalau lambat siap, bap tolong buangkan tulang2 ikan, bab2 menumbuk lada, bap bagi e…slalunye lupe nak letak garam dalam sambal ikan…eheh…bubur nasi plak, kene letak banyak halia ngan bawang putih yang dicincang … Aih! Kecur air liur bile teringat. Late nite, bap slalu tgk tv, eh! tv slalu tgk bap…last skali yang e join bap tgk tv smpi lewat, yg citer samarinda rita rudaini ngan rosyam nor tu.
Kalau pegi umah kak nita yng kat kuarters, bap suke petik pucuk gajus ngan buah pauh. Pucuk gajus tu bwk balik, then kite anak beranak same2 mkn ngn budu. Ieh, takleh tahan btul…pagi Jumaat, awal2 pagi pegi mandi pantai Teluk Ketapang. Gelak2, tolong orang tarik jala kat pantai. Duh, pedihnye hati menanggung rindu. Sekarang, tu semua dah tinggal memori. Orang kate, patah tumbuh hilang berganti. Tapi ini, ayahanda ku tercinta tak kan terganti lagi. Semoga Allah mengampunkan segala dosa-dosanya, serta ummi dan kami semua hamba-Nya. aameen.
Apa2 pun, I am grateful. Dia benarkan e bersama bap selama seminggu sebelum bap pergi. Dia benarkan e jage bap for that period. Dia permudahkan jalan e pulang, sebab ms tu, e tgh trial exam, in final semester, tapi e dpt sampai the day kak nor inform e jgak. All that long, Dia beri lagi e kekuatan, Dia selitkan ketabahan dalam hati e agar terus berjuang. Dia anugerahkan pancaindera dan akal yang rasional. Diikutkan hati, rase nak let go je hasrat jadik doctor, but then the families, and the doctor himself asked me to continue. And Alhamdulillah, syukur sgt2, during the real exam, semangat yang ada tak melayang bahkan bertambah lagi, Dia memang Maha Pemurah, Dia anugerahkan sahabat2, rufaqa` yang penyayang dan sangat membantu. Thank you Allah!
Dan bahwa sesungguhnya kepada Tuhanmu tempat kesudahan (kembai). Dan bahwa sesungguhnya Dia mentertawakan (menggembirakan) dan menangiskan (mendukacitakan). Dan bahwa sesungguhnya Dia mematikan dan menghidupkan. Dan bahwa sesungguhnya Dia menjadikan dua macam (jodohan), lak-laki dan perempuan.
(An-Najm:42-45)
Qul huAllahu Ahad
Nevertheless, living in this wide, wide world is really nothing, without THE ONE who created us. Who have been giving us life, oxygen to breath, putting a myogenic heart in our chest, so that we can live, prospering and leading the world into the real line, that HE wants us to, bi tauheedillah…
That`s why, He creates too many tribulations, so I could be always connected to HIM with solah. ( see my lad, HE as the creator misses its creation, and us? Do we?) it`s really weird! My ma`am, life goes on, but I must never put a block between my Creator and I, never! insyaAllah!
Maka sujudlah kamu kepada Allah dan sembahlah Dia! (An-Najm:62)
Dia hidup, tidak ada Tuhan kecuali Dia, sebab itu sembahlah Dia serta mengikhlaskan agama bagi-Nya. Puji-pujian bagi Allah Tuhan semesta alam. (Al-Mukmin:65)
No comments:
Post a Comment